Menhub Budi Karya Sumadi akhirnya angkat bicara mengenai melonjaknya harga tiket pesawat. Ia menyebut permasalahan tersebut tidak bisa diselesaikan dari satu pihak saja. Dia mengatakan ada beberapa hal yang menjadi penyebab mahalnya tiket penerbangan. Mulai dari menurunnya jumlah armada pesawat dan peningkatan harga avtur.
"Berkaitan dengan tiket pesawat, memang ada satu hal yang mesti kita selesaikan bersama. Mungkin kita hanya menetapkan sesuatu saja [aturan fuel surcharge]," kata Budi usai rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (7/6/2022).
Adapun, harga bahan bakar pesawat itu saat ini memang terus menunjukan grafik peningkatan. Merujuk informasi milik Pertamina, harga avtur untuk 1-14 Juni 2022 di Bandara Soekarno-Hatta Rp15.748 per liter. Angka ini naik dari bulan sebelumnya, 1-14 Mei 2022 yang sebesar Rp14.969 per liter. Kondisi tersebut otomatis membuat tarif tiket pesawat untuk penerbangan internasional ikut terangkat.
Kementerian Perhubungan menurutnya memiliki solusi jangka pendek dengan peningkatan okupansi. Ia menyebut, saat tingkat okupansi pesawat di bawah 50 persen, penerbangan suatu maskapai dianggap rugi sehingga mau tidak mau maskapai harus menaikkan harga tiket agar tidak rugi.
"Katakanlah okupansi di bawah 50%, dengan di bawah 50% maka perusahaan penerbangan itu rugi. Karenanya kita bekerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk memberikan suatu seperti sharing block seat [memesan bangku pesawat], sehingga minimal penjualan[okupansi] itu bisa di atas 60%," kata dia.
Jika okupansi berada lebih dari 60 persen, Menhub menyebut, tarif yang lebih murah bisa diberlakukan.
"Jadi kita upayakan seperti beberapa tempat seperti di Toraja, Silampari, kita kumpulkan itu Bupati bicara tentang menanggung block seat, yang dipakai oleh pegawai pemda atau relasi," katanya.
Tidak hanya itu, Kementerian Perhubungan juga berharap penambahan armada pesawat agar mendorong penurunan harga tiket.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Anwar Usman Bisa Saja Menyesal Karir Hancur Gegara Gibran
VIRAL Beredar Foto MABA Fakultas Kehutanan UGM 1980, Tak Ada Potret Jokowi?
Gibran dan Dua Rekannya Ditangkap Polisi terkait Dugaan Penggelapan Duit Rp 15 Miliar
Kejagung Sita Rupiah-Mata Uang Asing Riza Chalid