Proses formal yang mengharuskan DPR mengirim ke Mahkamah Konstitusi kemudian kembali ke MPR dinilainya akan memakan waktu lama.
“Cara ini akan menyelesaikan banyak hal lebih efisien daripada meminta proses DPR mengirim ke Mahkamah Konstitusi, kemudian kembali ke MPR—prosesnya akan panjang dan berbelit-belit,” jelasnya.
Ia memprediksi peristiwa serupa kasus Pati bisa terjadi dalam beberapa minggu, terutama ketika kondisi ekonomi sulit dipulihkan dan kemarahan publik tertahan karena ketidakpastian.
Dalam analisisnya, Rocky Gerung menyebut kesulitan ekonomi tidak mungkin diselesaikan dalam 90 hari ke depan.
Kondisi ini, menurutnya, bisa menjadi alasan untuk menguji legitimasi presiden dalam waktu dekat.
Rocky juga menyinggung dampak diskusi mereka terhadap investor internasional yang sedang mempertimbangkan investasi di Indonesia.
Menurutnya, keterangan dari akademisi bisa membatalkan niat investasi mereka yang telah memparkir dana di Singapura.
Kepada Presiden Prabowo Subianto, Rocky Gerung menyampaikan “moral call” agar mengambil jarak dari pengaruh Jokowi.
Ia menilai Prabowo memang terpilih secara elektoral, namun hasil tersebut merupakan transaksi politik.
“Anda menang secara elektoral, tetapi ada masalah moral di situ. Maka bring moral back into politics,” ujar Gerung, menyerukan agar moralitas dikembalikan ke dalam politik.
Diskusi politik ini menjadi sorotan karena disiarkan secara langsung dan dipantau oleh berbagai kalangan, termasuk investor internasional yang tengah mempertimbangkan masa depan investasi mereka di Indonesia.
Sumber: JakartaSatu
Artikel Terkait
Dibalik Pelapor Pandji: Jejak Politik Tersembunyi Rizki Abdul Rahman Wahid dan Koneksi ke Istana
DNA Rampok di Pajak Terbongkar! Agus Pambagio Ungkap Satu Cara Ekstrem untuk Hentikan Korupsi Rp 4 Miliar
KPK Ungkap Keterkaitan Jokowi dalam Skandal Korupsi Kuota Haji: Inikah Awal Mula Kasus Triliunan?
Mengapa KPK Pilih Pasal Perkaya Diri untuk Gus Yaqut? Ini Analisis MAKI yang Bikin Merinding