Peran NATO dan Medan Pertempuran Modern
Trenin menyoroti peran negara-negara NATO, khususnya Inggris dan Prancis, yang dinilainya terlibat langsung dalam konflik dengan Rusia melalui dukungan kepada Ukraina. Ia menilai Ukraina sebagai perantara, sementara pusat pengambilan keputusan berada di Brussels.
Medan perang saat ini, lanjutnya, mencakup seluruh aspek kehidupan. Keberhasilan tidak diukur dari perluasan wilayah, tetapi dari kemampuan menggagalkan strategi lawan di bidang militer, ekonomi, hingga perang narasi dan opini publik.
Rekomendasi Strategi dan Pandangan ke Depan
Dalam analisisnya, Trenin mendorong Rusia untuk beralih dari strategi defensif ke mobilisasi nasional. Hal ini mencakup penguatan sektor teknologi, ekonomi, demografi, serta kerja sama strategis dengan mitra seperti Belarus dan Korea Utara.
Ia juga menyinggung dinamika politik AS, di mana kemungkinan kembalinya Donald Trump dapat menjadi peluang taktis untuk mengurangi tekanan militer terhadap Rusia. Namun, Trenin juga menyatakan bahwa Rusia harus siap mengambil langkah preemptif, termasuk opsi senjata strategis, jika eskalasi tidak terhindarkan.
“Era ilusi telah berakhir. Dunia berada dalam konflik global, dan satu-satunya pilihan adalah bertindak secara berani, terukur, dan strategis,” pungkas Dmitry Trenin.
Artikel Terkait
Blokade Trump vs Iran: Selat Hormuz Membara, Bisakah Perang Dicegah?
Gempa M7.4 Baru Saja Terjadi, BMKG Jepang Peringatkan: Bersiap untuk yang Lebih Dahsyat!
Balikatan 2026: 17.000 Pasukan AS-Filipina-Jepang Uji Rudal di Depan Taiwan, China Marah!
Selat Hormuz Meledak! AS Tembak & Sita Kapal Iran, Ancaman Perang Makin Nyata?