Titik terang bagi AS adalah balon dapat membantu melacak dan mencegah senjata hipersonik yang dikembangkan oleh China dan Rusia.
China mengejutkan Pentagon pada Agustus dengan menguji coba rudal hipersonik berkemampuan nuklir, yang nyaris meleset dari targetnya sekitar dua lusin mil.
Rusia mulai meningkatkan pengembangan senjata hipersonik sebagai tanggapan atas penarikan AS dari Perjanjian Rudal Anti-Balistik pada tahun 2002. Pemerintah Rusia mengklaim menembakkan rudal hipersonik dalam serangan ke Ukraina pada bulan Maret, menandai penggunaan pertama dalam pertempuran.
Itulah salah satu cara balon bisa berguna – menambah satelit mahal dalam melacak rudal. Balon berbentuk tetesan air mata memanen data kompleks dan bernavigasi menggunakan algoritme AI.
Sumber: suara.com
Artikel Terkait
Rahasia Mengejutkan: Mengapa Negara Arab Justru Takut Jika Iran Diserang Israel?
Wasiat Rahasia Khamenei Terbongkar: Inilah Sosok yang Akan Gantikan Dia Jika Perang dengan AS Pecah
Dubes AS Mike Huckabee Klaim Israel Berhak Kuasai Timur Tengah: Ini Fakta Kontroversialnya
USS Gerald Ford Siaga Tempur: Akankah Sejarah Operation Praying Mantis 1988 Terulang?