Laman Haaretz melaporkan, angka tersebut secara signifikan lebih tinggi dibandingkan studi sebelumnya pada April 2021 dengan jumlah mencapai 45 persen.
"Laporan tersebut menunjukkan gambaran yang kompleks," ujar pemimpin penelitian tersebut, Tamar Herman, dilansir Middle East Monitor, Selasa (7/6/2022).
Herman mengatakan, di antara orang Arab telah terjadi intensifikasi rasa diskriminasi kolektif, yang bertentangan dengan melemahnya persepsi diskriminasi di antara orang-orang Yahudi.
Menurut Herman, ada peningkatan keinginan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan di antara orang-orang Yahudi.
"Ada keinginan yang menurun untuk berbagi hak istimewa itu dengan mereka," kata Herman.
Herman menjelaskan, hampir tidak ada perubahan dalam tingkat dukungan untuk hidup terpisah di antara responden Arab, yang merupakan 20 persen dari populasi Israel.
Herman menambahkan, telah terjadi penurunan keinginan di antara orang Yahudi untuk tinggal di dekat orang Arab atau mengizinkan mereka membeli tanah di luar kotamadya Arab.
Artikel Terkait
Israel Hancurkan Gencatan Senjata! Serangan Brutal ke Beirut Target Komandan Hizbullah, Perang Baru Dimulai?
Obama Bongkar Rahasia di Balik Ambisi Perang Netanyahu: Hasutan ke AS yang Berujung Petaka di Selat Hormuz
Iran Guncang Dunia! Aturan Baru Selat Hormuz: Kapal Asing Wajib Izin Khusus, Siap-siap Kena Dampak?
Iran Bantah Serang UEA, Tapi Beri Peringatan Keras: Jangan Jadi Pangkalan AS-Israel!