"Layanan-layanan kunci itu penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dalam kondisi kehidupan dan kemiskinan di Ukraina di luar penderitaan yang ditimbulkan karena perang. Layanan semacam itu juga akan menjadi dasar bagi setiap pemulihan dan rekonstruksi," kata direktur negara Eropa Timur Bank Dunia, Arup Banerji, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters.
Sementara bantuan kembali digelontorkan untuk Ukraina, konflik kini telah memasuki hari ke-100, dengan Rusia berhasil merebut kota pelabuhan Mariupol dan bergerak agresif untuk menguasai Sievierodonetsk, kota utama di wilayah Donbas timur Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengatakan bahwa Rusia menguasai sekitar seperlima dari negaranya. Ini termasuk tanah yang diperoleh atas invasi Moskow, semenanjung Krimea yang dicaplok, dan wilayah yang dikuasai oleh separatis yang didukung Moskow.
"Hari ini, sekitar 20 persen wilayah kami berada di bawah kendali penjajah," kata pemimpin Ukraina itu dalam pidatonya kepada anggota parlemen di Luksemburg, dilansir dari The Telegraph.
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Trump Bongkar Sikap AS: Hukum Internasional Tak Diakui, Hanya Moralitas Pribadi yang Jadi Pedoman?
China Larang Drama CEO Kaya & Gadis Miskin: Ternyata Ini Alasan Pemerintah yang Mengejutkan!
AS Cabut Diri dari 66 Lembaga Dunia, Indonesia: Ini Ancaman Serius bagi Dunia!
Iran Siaga Tempur Tertinggi! Trump Ancam Serang, Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?