"Layanan-layanan kunci itu penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dalam kondisi kehidupan dan kemiskinan di Ukraina di luar penderitaan yang ditimbulkan karena perang. Layanan semacam itu juga akan menjadi dasar bagi setiap pemulihan dan rekonstruksi," kata direktur negara Eropa Timur Bank Dunia, Arup Banerji, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters.
Sementara bantuan kembali digelontorkan untuk Ukraina, konflik kini telah memasuki hari ke-100, dengan Rusia berhasil merebut kota pelabuhan Mariupol dan bergerak agresif untuk menguasai Sievierodonetsk, kota utama di wilayah Donbas timur Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengatakan bahwa Rusia menguasai sekitar seperlima dari negaranya. Ini termasuk tanah yang diperoleh atas invasi Moskow, semenanjung Krimea yang dicaplok, dan wilayah yang dikuasai oleh separatis yang didukung Moskow.
"Hari ini, sekitar 20 persen wilayah kami berada di bawah kendali penjajah," kata pemimpin Ukraina itu dalam pidatonya kepada anggota parlemen di Luksemburg, dilansir dari The Telegraph.
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Pakistan Jadi Mediator Rahasia AS-Iran? Ini Alasan Tersembunyi yang Mengejutkan!
Negara Kanker & Netanyahu Murka: Guncangkah Pernyataan Pakistan Gencatan Senjata 2 Minggu?
Iran Retas Ponsel Eks Panglima IDF: 19.000 File Rahasia, Termasuk Pertemuan dengan AS, Bocor ke Publik
Kisah Tragis Ahmed al-Helou: Bocah Palestina yang Tak Bisa Bicara Usai Disiksa Tentara Israel