Bapeten membenarkan temuan radioaktif Cesium-137 di lingkungan PT Nikomas Gemilang. Koordinator Komunikasi Publik Bapeten, Abdul Qohhar Teguh Eko Prasetyo, menjelaskan penanganan dilakukan oleh tim Satuan Tugas khusus.
Menurut Qohhar, sumber kontaminasi diduga berasal dari proses peleburan material terkontaminasi di wilayah Serang, Banten, yang menyebar melalui udara.
"Adapun porsi Bapeten adalah melakukan pengukuran tingkat paparan radiasi dan kontaminasi, yang hasilnya dilaporkan ke satgas untuk diambil upaya lanjutan," jelasnya.
PT PMT Diduga Sebagai Sumber Paparan Radioaktif
Sumber utama paparan radioaktif Cesium-137 di kawasan industri Cikande, Serang, diduga berasal dari PT Peter Metal Technology (PMT). Perusahaan ini bergerak di bidang peleburan baja dengan memanfaatkan besi bekas (scrap baja).
Direktur Jenderal ILMATE Kemenperin, Setia Diarta, menyatakan izin usaha PT PMT terbit pada Oktober 2024. Perusahaan sempat mengajukan izin impor bahan baku pada Juni 2025, namun tidak disetujui, dan akhirnya tutup pada Juli 2025.
Artikel Terkait
Java FX: Platform Trading Forex Terpercaya dengan Edukasi Lengkap untuk Pemula & Profesional
BMW Putih Pelat Dinas Kemhan Viral Ngebut, Ternyata Ini Fakta Mengejutkan yang Diumumkan Jenderal TNI AU
Gamis Bini Orang Bakal Viral Lebaran 2026? Ini Model & Harganya di Tanah Abang!
Polytron Fox R Bikin Ojol Kaya? 200 Km Cuma Rp 10 Ribu, Ini Buktinya!