9 Fakta Mengejutkan Kasus Bilqis: Suku Anak Dalam Bongkar Motif Sebenarnya!

- Senin, 17 November 2025 | 15:50 WIB
9 Fakta Mengejutkan Kasus Bilqis: Suku Anak Dalam Bongkar Motif Sebenarnya!

Mengungkap Fakta: 9 Pertanyaan Publik Seputar Peran Suku Anak Dalam dalam Kasus Penculikan Bilqis

Kasus penculikan Bilqis, bocah asal Makassar, yang melibatkan Begendang, anggota Suku Anak Dalam (Orang Rimba) di Jambi, menyisakan sejumlah pertanyaan besar di masyarakat. Mulai dari awal pertemuan, motif perawatan, hingga isu-isu yang beredar. Berikut adalah jawaban langsung berdasarkan keterangan tokoh adat Suku Anak Dalam, Temenggung Sikar dan Temenggung Joni.

1. Bagaimana Awal Pertemuan Begendang dengan Para Pelaku Penculik?

Begendang berkomunikasi dengan dua pelaku penculikan, Ade Frianto Syahputra S dan Mery Ana, melalui telepon. Asal perkenalan mereka tidak diketahui secara pasti. Pada Selasa, 4 November 2025 sore, pelaku menghubungi Begendang. Malam harinya, mereka langsung mendatangi rumah Begendang di Desa Mentawak, Kabupaten Merangin, sambil membawa Bilqis yang dalam kondisi lelah dan tidak terawat.

2. Apa Alasan Begendang Mau Merawat Bilqis?

Alasan utamanya adalah rasa iba. Begendang khawatir keselamatan Bilqis terancam jika terus dibawa pelaku yang mengaku sudah tidak sanggup lagi merawatnya. Pelaku sebelumnya telah menawarkan Bilqis ke beberapa orang di luar Jambi, namun tidak ada yang bersedia.

3. Dari Mana Asal Uang Rp 85 Juta yang Diberikan ke Pelaku?

Uang sebesar Rp 85 juta tersebut berasal dari tabungan setahun Begendang. Uang itu dikumpulkan dari hasil berkebun, jual beli babi, dan pekerjaan serabutan lainnya. Pelaku mengklaim uang itu sebagai "biaya perawatan" yang telah mereka keluarkan untuk Bilqis.

4. Apakah Begendang Tahu Bilqis Adalah Korban Penculikan?

Tidak. Begendang sama sekali tidak mengetahui bahwa Bilqis adalah korban penculikan. Ia mempercayai surat palsu bermaterai yang dibawa pelaku, yang menyatakan orang tua Bilqis menyerahkan anaknya karena tidak mampu membiayai. Begendang yang buta huruf, baru menyadari penipuan ini setelah polisi datang menerangkan fakta sebenarnya.

Halaman:

Komentar