Proyek 35.000 Mobil India untuk Koperasi Dikritik: Boros Anggaran & Abaikan Industri Lokal?
Pegiat media sosial, Jhon Sitorus, menyuarakan kritik pedas terhadap proyek pengadaan puluhan ribu kendaraan niaga dari India untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kritik ini menyoroti kebijakan fiskal pemerintah di tengah kondisi ekonomi nasional.
Kritik di Tengah Beban Utang dan Defisit Anggaran
Jhon Sitorus menilai pengadaan mobil dalam skala besar ini tidak tepat waktu. Ia menyinggung kondisi fiskal Indonesia yang dinilai masih berat, dengan utang hampir menyentuh Rp 10.000 triliun dan anggaran yang masih defisit.
"Ketika Utang hampir menyentuh Rp 10.000 Triliun, anggaran masih defisit," ujar Jhon. Ia menambahkan bahwa persoalan ekonomi seperti kesenjangan sosial yang melebar dan pengangguran yang belum terkendali seharusnya menjadi prioritas. "Negara kita memilih belanja 35.000 mobil India," lanjutnya.
Anggaran Besar Rp 9,7 Triliun Dinilai Tak Berpihak pada Rakyat
Lebih lanjut, Jhon menyebut kebijakan ini tidak berpihak pada kebutuhan mendesak masyarakat. Ia menghitung anggaran yang dibutuhkan untuk proyek ini mencapai setidaknya Rp 9,7 triliun.
"Negara ga peduli soal nasib rakyatnya. Negara hanya peduli soal proyek-proyek besar yang tak perlu bagi rakyat," sebutnya. Ia juga menyatakan kecurigaan akan potensi penyimpangan. "Bisa-bisa ini jadi ladang bancakan, terlalu aneh," kuncinya.
Artikel Terkait
TPUA Terbelah: Konflik Internal, Pengkhianatan, dan Drama Perebutan Kuasa yang Mengguncang Perjuangan Anti-Korupsi
Argo Tembus Rp 1,5 Juta! Ini Jarak dan Tarif Taksi Premium yang Bikin Penumpang Syok
Influencer Saham BVN Kena Denda Rp 5,35 Miliar! Ini Modus Pump and Dump yang Bikin Rugi Investor
Oknum Brimob Tewaskan Siswa Madrasah di Tual: Ini Kronologi Mengerikan yang Terungkap