Kritik lainnya adalah mengenai pengabaian terhadap kemampuan industri otomotif lokal. Jhon menegaskan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki industri yang mumpuni untuk memenuhi kebutuhan kendaraan niaga sederhana.
"Padahal, Indonesia punya industri otomotif yang sudah mampu jika hanya untuk sekadar merakit mobil pick-up saja," tegasnya.
Penjelasan Pemerintah dan Pemasok: Untuk Konektivitas dan Logistik Desa
Sebelumnya, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, telah membenarkan pengadaan ini. Kendaraan yang sebagian telah tiba ini akan difungsikan sebagai penopang operasional koperasi untuk memperkuat rantai pasok pangan hingga tingkat desa.
Agrinas beralasan pemilihan produsen India didasarkan pada kemampuan pasok jumlah besar, harga kompetitif, dan kesiapan waktu yang cepat sesuai program nasional. Pemerintah menargetkan pembentukan sekitar 80.000 koperasi, dengan 30.000 unit ditargetkan rampung hingga pertengahan 2026.
Dukungan dari Perusahaan India: Perkuat Fondasi Logistik
Dari sisi pemasok, CEO Divisi Otomotif Mahindra dan Mahindra, Nalinikanth Gollagunta, menyebut kehadiran kendaraan mereka akan memperkuat fondasi logistik yang menghubungkan petani ke pasar. Pesanan 35.000 unit ini bahkan melampaui total ekspor Mahindra pada tahun fiskal 2025.
Sementara itu, Tata Motors juga mengamankan pesanan 70.000 kendaraan komersial. Mereka menilai proyek ini sejalan dengan agenda pembangunan Indonesia untuk memperkuat konektivitas pedesaan dan ketahanan ekonomi desa.
Proyek mobil untuk Koperasi Merah Putih ini terus menjadi perdebatan, antara kebutuhan mempercepat pembangunan desa dan kritik atas efektivitas serta dampak fiskal dari pengadaan barang impor dalam skala masif.
Artikel Terkait
TPUA Terbelah: Konflik Internal, Pengkhianatan, dan Drama Perebutan Kuasa yang Mengguncang Perjuangan Anti-Korupsi
Argo Tembus Rp 1,5 Juta! Ini Jarak dan Tarif Taksi Premium yang Bikin Penumpang Syok
Influencer Saham BVN Kena Denda Rp 5,35 Miliar! Ini Modus Pump and Dump yang Bikin Rugi Investor
Oknum Brimob Tewaskan Siswa Madrasah di Tual: Ini Kronologi Mengerikan yang Terungkap