Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika, menegaskan bahwa industri nasional siap berkontribusi jika diberikan waktu dan kesempatan. Penggunaan produk dalam negeri untuk proyek KDKMP dinilai memiliki beberapa keunggulan strategis:
- Jaringan Layanan Luas: Kendaraan produksi lokal didukung oleh jaringan purnajual dan bengkel yang tersebar di seluruh Indonesia, memudahkan perawatan.
- Menjaga Lapangan Kerja: Kebijakan ini dapat menghindari potensi pengurangan tenaga kerja di tengah penurunan permintaan pasar domestik.
- Memperkuat Ekosistem Industri: Mengoptimalkan kapasitas produksi dalam negeri akan memperkuat rantai pasok dan industri komponen otomotif lokal (GIAMM).
Rincian Impor Kendaraan Niaga dari India
Proyek kontroversial ini melibatkan dua produsen India dengan rincian pengiriman sebagai berikut:
- Mahindra & Mahindra Ltd: Akan memasok 35.000 unit Scorpio Pick Up yang diproduksi di pabrik Nashik, India.
- Tata Motors: Melalui PT Tata Motors Distribusi Indonesia akan mengirimkan 70.000 unit, yang terdiri dari 35.000 unit Yodha pick-up dan 35.000 unit truk ringan Ultra T.7.
Kesepakatan yang diumumkan awal Februari 2026 ini menjadi perhatian serius mengingat penjualan domestik kendaraan bermotor masih di bawah 1 juta unit per tahun, meski ekspor menunjukkan kinerja baik dengan lebih dari 518.000 unit ke 93 negara.
Harapan Industri Otomotif Nasional
Gaikindo berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali kebijakan ini dengan lebih mengutamakan optimalisasi produksi dalam negeri. Langkah ini dinilai krusial bukan hanya untuk memperkuat ketahanan industri nasional, tetapi juga untuk menjaga stabilitas tenaga kerja dan keberlanjutan seluruh ekosistem otomotif Indonesia di masa depan.
Artikel Terkait
Impor 105.000 Mobil India Ditolak! Gaikindo Bongkar Fakta Kapasitas Produksi RI yang Mampu Penuhi
Gaikindo Bongkar Kontroversi Impor 105.000 Mobil India: Benarkah Kapasitas Nasional Tak Diperhitungkan?
Gaikindo Geger! 105.000 Mobil India Akan Masuk, Padahal Kapasitas Pabrik Lokal Mampu?
Gaikindo Bongkar Rencana Impor 105.000 Mobil India: Kapasitas Lokal Mencukupi, Lalu Mengapa?