Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika, menegaskan industri nasional siap berkontribusi. "Anggota Gaikindo dan industri pendukungnya mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Diperlukan waktu yang memadai agar jumlah dan kriterianya dapat dipenuhi," ujarnya.
Dia menambahkan, pemanfaatan kapasitas dalam negeri dapat menghindari potensi pengurangan tenaga kerja akibat penurunan permintaan pasar dalam beberapa tahun terakhir.
Rincian Impor Kendaraan Niaga dari India
Proyek KDKMP diketahui melibatkan impor besar-besaran dari dua produsen India:
- Mahindra & Mahindra Ltd: Memasok 35.000 unit Scorpio Pick Up dari pabrik di Nashik.
- Tata Motors: Mengirimkan 70.000 unit melalui PT Tata Motors Distribusi Indonesia, terdiri dari 35.000 unit Yodha pick-up dan 35.000 unit truk ringan Ultra T.7.
Kesepakatan ini menjadi perhatian pelaku industri nasional mengingat penjualan domestik kendaraan bermotor masih di bawah 1 juta unit per tahun.
Dampak dan Harapan ke Depan
Gaikindo berharap kebijakan pemerintah dapat mengoptimalkan produksi dalam negeri. Langkah ini dinilai tidak hanya memperkuat industri nasional, tetapi juga menjaga stabilitas tenaga kerja dan keberlanjutan ekosistem otomotif Indonesia yang telah dibangun.
Artikel Terkait
Gaikindo Buka Suara: 105.000 Mobil India Akan Impor, Padahal Pabrik Lokal Nganggur?
Gaikindo Bongkar Rencana Impor 105.000 Mobil India: Kapasitas Dalam Negeri Mampu, Lalu Kenapa?
Impor 105.000 Mobil India Ditolak! Gaikindo Bongkar Fakta Kapasitas Pabrik Dalam Negeri yang Mencukupi
Gaikindo Geger! 105.000 Mobil India Mau Masuk, Padahal Kapasitas Pabrik Lokal Berlebih?