Gaikindo Pertanyakan Rencana Impor 105.000 Mobil India, Kapasitas Produksi Dalam Negeri Mencukupi
Industri otomotif nasional mempertanyakan rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga dari India. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai kapasitas produksi dalam negeri sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan tersebut, khususnya di segmen pick-up.
Sorotan ini muncul setelah kontrak pengadaan kendaraan untuk proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) senilai Rp24,66 triliun melibatkan dua produsen asal India. Padahal, Indonesia memiliki tujuh pabrik kendaraan niaga yang selama ini memproduksi model serupa.
Kapasitas Produksi Kendaraan Niaga Dalam Negeri Sangat Besar
Gaikindo mencatat, dari total 61 anggota, kapasitas produksi kendaraan roda empat atau lebih di Indonesia mencapai 2,5 juta unit per tahun. Khusus untuk segmen kendaraan komersial kelas menengah ke bawah seperti pick-up, kapasitas produksi bahkan menembus lebih dari 400.000 unit per tahun.
Tujuh produsen kendaraan niaga di dalam negeri tersebut adalah:
- PT Suzuki Indomobil Motor
- PT Isuzu Astra Motor Indonesia
- PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor
- PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors)
- PT Sokonindo Automobile (DFSK)
- PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)
- PT Astra Daihatsu Motor
Sebagian besar model yang diproduksi merupakan penggerak 4x2 dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen dan telah terbukti memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.
Artikel Terkait
Libur Paksa Angkot & Gojek Saat Lebaran: Bantuan atau Bencana Bagi Pekerja?
Impor 105.000 Mobil India vs Industri Lokal: Benarkah Kapasitas Produksi Kita Mencukupi?
Gaikindo Buka Suara: 105.000 Mobil India Akan Impor, Padahal Pabrik Lokal Nganggur?
Gaikindo Bongkar Rencana Impor 105.000 Mobil India: Kapasitas Dalam Negeri Mampu, Lalu Kenapa?