Damai menilai langkah Jokowi itu adalah upaya membendung Anies Baswedan karena khawatir nama Gubernur DKI itu semakin moncer dan akan menjadi idaman sejumlah partai lain di Pilpres 2024.
"Pidato politik Jokowi ini tidak terlepas menghalangi Anies Baswedan yang nota bene tak berpartai. Jokowi khawatir andai Anies akan diminati oleh beberapa partai politik tertentu," kata Damai.
Damai menilai Jokowi ingin tetap menjadi pemain politik di kancah nasional selepas dirinya lengser dari kursi presiden. Untuk itu, ia tetap berusaha agar presiden selanjutnya adalah sosok yang menurutnya bisa ia pegang dan kendalikan.
Artikel Terkait
Ironi Hegemoni AS: Mengapa Intervensi di Venezuela Hanya Ulangi Sejarah Kelam Amerika Latin?
Roy Suryo Dicekal Polisi: Prematur atau Upaya Membungkus Kritik Soal Ijazah Jokowi?
Dokter Tompi Bongkar Alasan Medis di Balik Kritik Pandji ke Fisik Gibran: Ini Bukan Sekadar Lelucon!
Dedi Mulyadi Buka Suara Soal Kritik Pedas Pandji: Benarkah Orang Sunda Hanya Pilih Artis?