Damai menilai langkah Jokowi itu adalah upaya membendung Anies Baswedan karena khawatir nama Gubernur DKI itu semakin moncer dan akan menjadi idaman sejumlah partai lain di Pilpres 2024.
"Pidato politik Jokowi ini tidak terlepas menghalangi Anies Baswedan yang nota bene tak berpartai. Jokowi khawatir andai Anies akan diminati oleh beberapa partai politik tertentu," kata Damai.
Damai menilai Jokowi ingin tetap menjadi pemain politik di kancah nasional selepas dirinya lengser dari kursi presiden. Untuk itu, ia tetap berusaha agar presiden selanjutnya adalah sosok yang menurutnya bisa ia pegang dan kendalikan.
Artikel Terkait
Keji! Istri Rekam Suami Perkosa Pelayan, Ancaman Kerja 15 Tahun Tanpa Gaji di Makassar
Viral Video Mesum di RSUD Kudus: Benarkah Terjadi di Ruang Pemulasaran Jenazah?
Mens Rea Pandji Pragiwaksono: Ledakan di Netflix yang Menggetarkan Raffi Ahmad, Gibran, hingga Dedi Mulyadi
American Dream Hancur? Ini 5 Ambang Gugur yang Diam-diam Menghancurkan Hidup Warga AS