"Memang benar harga dinaikkan guna membatasi pengunjung, tapi akan ada evaluasi nantinya dampak apa yang terjadi jika benar-benar diterapkan masuk Borobudur Rp 750 ribu. Hanya orang sejahtera yang bisa beli tiket masuk," komentar warganet.
"Menurut saya pembatasan bukan berarti menaikan Harga. Seperti anda @Dennysiregar7 mungkin bisa masuk karena punya uang. Kalau seperti kami mau mengenal Borobudur tapi tak punya uang bagaimana?" imbuh warganet lain.
"Salah. Ini dibatasi biar enggak terlalu banyak pengunjung dan cepat rusak, tapi harganya dinaikin selangit," tambah warganet lain.
"Kali ini saya tidak sependapat dengan @Dennysiregar7 Lae. Cara untuk melindungi cagar budaya yaitu membatasi jumlah pengunjung perhari, bukan dengan menaikkan harga tiket," timpal lainnya.
"Andai pun harus menaikkan tiket tentu jangan sampai memberatkan pengunjung lokal," tulis warganet di kolom komentar.
Sumber: suara.com
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!