Apakah ini tekanan kekuasaan? Apakah ini bagian dari “merawat cerita palsu” yang sudah telanjur dijalankan terlalu jauh?
Apa pun jawabannya, fakta tetap satu: kebohongan, jika terus dibiarkan, akan menjadi sistem.
Dan sistem yang berdiri di atas kebohongan tak akan pernah membawa negeri ini ke arah yang adil dan benar.
Kita seperti sedang menyaksikan satu persatu fondasi demokrasi dibongkar dan diganti dengan propaganda.
Dari upaya menjegal calon pemimpin oposisi, hingga pembiaran terhadap polemik ijazah yang tak kunjung selesai.
Yang tak kalah menyakitkan adalah kesan bahwa publik dianggap bodoh dan mudah dilupakan.
Padahal, rakyat hari ini melek hukum, paham digital, dan jeli membaca sinyal.
Tak perlu berpura-pura seolah semua baik-baik saja. Justru dengan membiarkan isu ini menggantung, kekuasaan sedang menggali lubang buat dirinya sendiri.
Karena dalam sejarah republik ini, kebohongan tak pernah bertahan lama. Ia bisa disangkal, dibungkam, bahkan direkayasa, tapi pada akhirnya akan meledak di hadapan sejarah.
Dan percayalah, It’s a matter of time!
***
Sumber: FusilatNews
Artikel Terkait
Mengerikan! Pemuda di Lahat Mutilasi & Bakar Ibu Kandung Gara-gara Judi Online
Warisan Rp731 Miliar untuk Istri Muda: Kakek Lansia Pilih Cinta, Keluarga Lama Murka!
Viral! Ressa Bocorkan Ayah Kandungnya Orang Aceh, Benarkah Teuku Ryan?
Fakta Mengejutkan! Kepala BGN Buka Suara Soal Motor Listrik Rp58 Juta, Ternyata Harga Belinya Cuma...