POLHUKAM.ID - Connie Rahakundini Bakrie telah menyerahkan 37 dokumen dan sejumlah video yang sebelumnya dititipkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.
Dokumen yang dikenal sebagai "Dokumen Rusia" telah dinotariskan di Rusia dan diserahkan langsung kepada Wakil Sekjen PDIP Yoseph Aryo Adhi Dharmo.
Beberapa dokumen, termasuk dokumen nomor 16 disebut memuat informasi terkait Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo dan rencana pembubaran PDIP.
Connie menegaskan dokumen-dokumen tersebut tidak boleh disalin atau diedarkan sesuai perjanjian dengan Hasto.
Penyerahan dokumen ini setelah Hasto ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Desember 2024 dalam kasus dugaan suap terkait pergantian antar waktu anggota DPR dan perintangan penyidikan terhadap buronan Harun Masiku.
Penyerahan dokumen ini lantas membuat sosok Connie mendapat banyak sorotan.
Bahkan disebut-sebut jika Connie dituding sebagai Agen Intelijen Rusia (KGB/FSB) dan Agen Intelijen Israel (Mossad) di masa lalu.
Terkait hal ini, Connie Rahakundini saat dikonfirmasi Monitorindonesia.com, Selasa (29/4/2025) enggan berkomentar.
Awalnya, dokumen rahasia berjumlah 37 yang dititipkan Hasto tersebut dibawa Connie Bakrie ke Rusia.
Selama membawa dokumen tersebut, Connie Bakrie mengaku deg-degan, menurutnya di antara puluhan dokumen tersebut, yang paling ngeri adalah dokumen terkait Kapolri dan upaya bubarkan PDIP.
Connie Bakrie mengaku sebenarnya deg-degan memegang dokumen rahasia tersebut.
Pasalnya, dokumen rahasia itu menyangkut nama Kapolri hingga informasi soal adanya upaya untuk membubarkan PDIP.
"Notaris pertama ini tentang 32 dokumen, dicap oleh notaris Rusia. Yang ini dokumen tambahan. Jadi total dokumen pada saya tuh 37," kata Connie.
"Yang paling mengerikan untuk saya nomor 16, itu hubungan dengan Kapolri, nomor 7 bagaimana PDIP mau dibubarkan, dihancurkan," kata Connie Bakrie sembari menyerahkan dokumen rahasia tersebut kepada Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Yoseph Aryo Adhie Dharmo.
Meski demikian, Connie Bakrie tidak mengungkapkan siapa sosok Kapolri yang ia maksud. Termasuk bagaimana dan siapa yang berencana membubarkan PDIP.
Artikel Terkait
Bukan Dibangun Pakai Uang Rakyat! Ini Fakta Mengejutkan di Balik Masjid Jokowi di Abu Dhabi
Bayar Utang Whoosh dengan Uang Koruptor? Ini Rencana Kontroversial Prabowo
Maxim Indonesia: Rahasia Pesan & Daftar Driver untuk Hasilkan Cuan!
Prabowo Gaspol! Whoosh Tak Cuma ke Surabaya, Tapi Diteruskan Sampai Ujung Jawa Timur