"Biasa saja. Ada yang lurus ada yang bengkok. Ada yang tegak ada yang loyo, ada pemberani ada pengecut," tegasnya.
"Intinya, ada pejuang ada pecundang," sambung Khozinudin dengan nada tegas.
Ia juga menegaskan bahwa langkah kedua tersangka kasus pencemaran nama baik terkait isu ijazah palsu Jokowi itu harus menjadi bahan introspeksi bagi semua pihak. Khozinudin mengingatkan agar perjuangan tidak dilandasi oleh pamrih materi atau pencitraan semata.
"Jangan berjuang mencari pamrih materi, baik pujian, harta, kedudukan, hingga sekadar ingin dianggap sebagai pahlawan," pungkas Ahmad Khozinudin.
Pertemuan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Jokowi ini menjadi sorotan publik, terutama karena keduanya sedang berstatus sebagai tersangka dalam kasus hukum yang menyerang nama baik Presiden.
Artikel Terkait
Profesor IPDN Bongkar 3 Alasan Pemerintahan Jokowi Disebut Terburuk Sepanjang Sejarah RI
Merger Gerindra-NasDem Terbongkar: Prabowo & Surya Paloh Rencanakan Akuisisi untuk Kuasai DPR?
KNPI Bongkar Motif Ubedilah Sebut Pemerintahan Beban Bangsa: Opini atau Provokasi?
Perebutan Tahta NasDem: Bisnis Surya Paloh Kolaps, Siapa yang Akan Merebut Kendali?