"Biasa saja. Ada yang lurus ada yang bengkok. Ada yang tegak ada yang loyo, ada pemberani ada pengecut," tegasnya.
"Intinya, ada pejuang ada pecundang," sambung Khozinudin dengan nada tegas.
Ia juga menegaskan bahwa langkah kedua tersangka kasus pencemaran nama baik terkait isu ijazah palsu Jokowi itu harus menjadi bahan introspeksi bagi semua pihak. Khozinudin mengingatkan agar perjuangan tidak dilandasi oleh pamrih materi atau pencitraan semata.
"Jangan berjuang mencari pamrih materi, baik pujian, harta, kedudukan, hingga sekadar ingin dianggap sebagai pahlawan," pungkas Ahmad Khozinudin.
Pertemuan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Jokowi ini menjadi sorotan publik, terutama karena keduanya sedang berstatus sebagai tersangka dalam kasus hukum yang menyerang nama baik Presiden.
Artikel Terkait
Roy Suryo Cs Terancam? Ini Alasan Proses Hukum Kasus Ijazah Jokowi Diprediksi Masih Panjang
Roy Suryo Bocorkan 3 Ciri Ijazah Asli UGM: Ini Alasan Ia Yakin 99,9% Dokumen Jokowi Palsu
Partai Prima Tantang Nasdem: Berani Naikkan PT ke 10 Persen, Kalau Sungguh-Sungguh!
Jokowi Dukung Revisi UU KPK 2024: Pengakuan Dosa atau Drama Politik 2029?