Menurut saya capres akan mencari cawapres yang bisa menambah suara, artinya bisa memberi insentif elektoral,” papar Arjuna.
Walaupun menjadi Wapres bukan kemauan Jenderal Dudung, namun Arjuna lantas mendorong Jenderal Dudung menemui pimpinan partai politik, tokoh masyarakat, dan masyarakat kecil. Hal ini sangat dibutuhkan karena ketika disurvei dan elektabilitasnya tinggi maka dia akan dilirik oleh pimpinan partai politik untuk diusung menjadi kandidat wapres.
“Pak Dudung harus bisa bersaing dengan ketum-ketum partai karena ketum-ketum partai itu ingin menjadi cawapres juga,” tutur Arjuna.
“Tantangannya memang berat. beliau harus dibantu utk berkomunikasi dengan elit partai dan masyarakat. Artinya mempersiapkan diri lah,” pungkas Arjuna.
Diberitakan sebelumnya, ada tiga elit partai politik yang menilai Jenderal Dudung layak sebagai cawapres. Mereka adalah politisi PDI-Perjuangan Kapitra Ampres, politisi PPP Fernita Darwis, dan politisi NasDem Irma Suryani Chaniago.
Mereka menilai, Jenderal Dudung adalah sosok pemimpin tegas dan dekat dengan semua kolompok masyarakat. Bagi mereka, pengalaman, kapasitas, kapabilitas dan integritas Dudung sudah cukup menjadi modal untuk menjadi kandidat wapres melalui Pemilu 2024 mendatang. []
Artikel Terkait
Roy Suryo Bocorkan 3 Ciri Ijazah Asli UGM: Ini Alasan Ia Yakin 99,9% Dokumen Jokowi Palsu
Partai Prima Tantang Nasdem: Berani Naikkan PT ke 10 Persen, Kalau Sungguh-Sungguh!
Jokowi Dukung Revisi UU KPK 2024: Pengakuan Dosa atau Drama Politik 2029?
Usulan PT 7%: Ancaman Nyata bagi Kedaulatan Rakyat atau Cuma Rekayasa Politik?