Menurut saya capres akan mencari cawapres yang bisa menambah suara, artinya bisa memberi insentif elektoral,” papar Arjuna.
Walaupun menjadi Wapres bukan kemauan Jenderal Dudung, namun Arjuna lantas mendorong Jenderal Dudung menemui pimpinan partai politik, tokoh masyarakat, dan masyarakat kecil. Hal ini sangat dibutuhkan karena ketika disurvei dan elektabilitasnya tinggi maka dia akan dilirik oleh pimpinan partai politik untuk diusung menjadi kandidat wapres.
“Pak Dudung harus bisa bersaing dengan ketum-ketum partai karena ketum-ketum partai itu ingin menjadi cawapres juga,” tutur Arjuna.
“Tantangannya memang berat. beliau harus dibantu utk berkomunikasi dengan elit partai dan masyarakat. Artinya mempersiapkan diri lah,” pungkas Arjuna.
Diberitakan sebelumnya, ada tiga elit partai politik yang menilai Jenderal Dudung layak sebagai cawapres. Mereka adalah politisi PDI-Perjuangan Kapitra Ampres, politisi PPP Fernita Darwis, dan politisi NasDem Irma Suryani Chaniago.
Mereka menilai, Jenderal Dudung adalah sosok pemimpin tegas dan dekat dengan semua kolompok masyarakat. Bagi mereka, pengalaman, kapasitas, kapabilitas dan integritas Dudung sudah cukup menjadi modal untuk menjadi kandidat wapres melalui Pemilu 2024 mendatang. []
Artikel Terkait
KNPI Bongkar Motif Ubedilah Sebut Pemerintahan Beban Bangsa: Opini atau Provokasi?
Perebutan Tahta NasDem: Bisnis Surya Paloh Kolaps, Siapa yang Akan Merebut Kendali?
Prabowo Diminta Tak Reaktif ke JK: Strategi atau Penolakan Halus?
Hasan Nasbi Bongkar Pernyataan Saiful Mujani: Ajakan Jatuhkan Pemerintah atau Bebas Berpendapat?