Menurutnya, saat ini industri hulu migas mulai menunjukkan pertumbuhan pasca dampak pandemi covid-19 beberapa waktu terakhir.
Meski demikian, pertumbuhan dinilai masih berjalan dengan lamban. Beberapa penyebabnya antara lain peralihan investasi ke lokasi-lokasi baru yang memiliki potensi lebih besar hingga peralihan investasi pada energi berkelanjutan.
Wakil Kepala SKK Migas Nanang Abdul Manaf mengungkapkan, pada tahun ini investasi untuk kegiatan eksplorasi ditargetkan mencapai US$ 1,7 miliar. Investasi ini termasuk didalamnya untuk pemboran 57 sumur eksplorasi pada tahun ini.
"Sudah terealisasi 10 sumur, 4 sumur selesai dan 6 sumur on going," kata Nanang kepada Kontan, Senin (22/5).
Nanang menambahkan, kegiatan eksplorasi pada tahun ini dilakukan disejumlah wilayah seperti Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Seram, dan Papua.
Sumber: industri.kontan.co.id
Artikel Terkait
Anwar Usman Bisa Saja Menyesal Karir Hancur Gegara Gibran
VIRAL Beredar Foto MABA Fakultas Kehutanan UGM 1980, Tak Ada Potret Jokowi?
Gibran dan Dua Rekannya Ditangkap Polisi terkait Dugaan Penggelapan Duit Rp 15 Miliar
Kejagung Sita Rupiah-Mata Uang Asing Riza Chalid