"Mereka akan menghadapi keadilan Amerika di pengadilan Amerika," tegas Bondi.
Dakwaan terhadap Maduro pertama diajukan 2020, sementara dakwaan untuk Cilia Flores baru terungkap sekarang. Pada Agustus 2025, pemerintahan Trump menggandakan imbalan penangkapan Maduro menjadi $50 juta.
Maduro dituduh AS sebagai pemimpin Cartel de los Soles, organisasi perdagangan narkoba transnasional. AS juga menuding Venezuela sebagai pengekspor narkoba utama dan mengambil alih hak minyak milik perusahaan Amerika.
Dampak Geopolitik dan Status Pemerintahan
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan Maduro bukan presiden sah Venezuela, merujuk pada pemilu yang dianggap cacat oleh pengamat internasional.
Penahanan Maduro di MDC Brooklyn bukan hanya soal hukum, tetapi mencerminkan ketegangan geopolitik panjang antara Washington dan Caracas, dengan isu minyak dan narkoba di garis depan.
Proses hukum terhadap seorang kepala negara di penjara bermasalah seperti MDC akan terus menjadi sorotan dunia, menentukan dinamika hubungan AS-Venezuela ke depan.
Artikel Terkait
Rahasia Doha Terbongkar: Pengkhianatan Internal yang Gulingkan Maduro?
Iran Ancam Ratakan Israel: Netanyahu Buru Putin untuk Meredam Perang?
Isyarat Rahasia Trump ke CEO Minyak AS: Bersiaplah Sebelum Serangan Venezuela yang Gegerkan PBB
Ledakan Mencekam di Venezuela 2026: Kisah Prajurit yang Terlempar Bom AS Terungkap!