"Saya tunggu sampai tangannya masuk celana, baru saya tegur. Bener aja masuk ke celana," ucapnya tegas. Ia juga mengaku mendengar suara-suara yang tidak pantas selama perjalanan.
Alasan Tidak Menurunkan Penumpang Langsung
Azmi mengungkapkan alasan tidak serta merta menghentikan dan menurunkan penumpang di tengah jalan. Ia khawatir dengan proses administrasi yang rumit dari perusahaan aplikasi, termasuk harus menghubungi customer service dan antrean panjang.
Meski begitu, ia kini merasa khawatir dengan keselamatan akunnya sebagai mitra pengemudi, karena sempat melontarkan kata-kata kasar dan menyebarkan video kejadian tersebut.
Polisi Turun Tangan Selidiki Identitas Penumpang Mesum
Kapolsek Kebayoran Lama, Kukuh Islami, mengonfirmasi bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait insiden ini. Langkah pertama adalah mencari tahu identitas sopir dan kedua penumpang yang terlibat.
"Kami nanti lakukan penyelidikan terlebih dahulu, terutama kami nanti akan cari tahu siapa yang sopir di dalam mobil ini, kan dia yang mengetahui informasi siapa yang penumpang," kata Kukuh.
Azmi berharap pengalaman pertamanya yang tidak menyenangkan ini menjadi pelajaran bagi semua pengguna layanan transportasi online untuk selalu menjaga sikap dan etika selama dalam perjalanan.
Artikel Terkait
SP3 untuk Putriana, Wagub Sulsel Dilaporkan ke Bareskrim: Ini Dalang dan Motif Politik di Baliknya
Misteri Ijazah Jokowi: Benarkah KPU Langgar UU dengan Salinan Tanpa Tanggal Legalitas?
Daftar 50 Oligarki yang Dibahas Prabowo: Said Didu Bocorkan Isi Pertemuan Rahasia 4 Jam
AKBP Didik Diperiksa Propam: Benarkah Terima Rp1 Miliar dari Bandar Sabu 488 Gram?