"Anggota Gaikindo dan industri pendukung seperti GIAMM mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, diperlukan waktu yang memadai agar jumlah dan kriterianya dapat dipenuhi," ujar Putu dalam keterangan persnya, Jumat (20/2/2026).
Dia menambahkan, pemanfaatan kapasitas dalam negeri juga dapat mencegah potensi pengurangan tenaga kerja di tengah penurunan permintaan pasar domestik dalam beberapa tahun terakhir.
Rincian Impor Kendaraan Niaga dari India
Proyek kontroversial ini melibatkan dua produsen India:
- Mahindra & Mahindra Ltd: akan memasok 35.000 unit Scorpio Pick Up yang diproduksi di Nashik, India.
- Tata Motors: melalui PT Tata Motors Distribusi Indonesia akan mengirimkan 70.000 unit, terdiri dari 35.000 unit Yodha pick-up dan 35.000 unit truk ringan Ultra T.7.
Dampak pada Pasar dan Ekspor Otomotif Indonesia
Keputusan impor besar-besaran ini dinilai ironis. Pasalnya, penjualan kendaraan bermotor di dalam negeri saat ini masih di bawah 1 juta unit per tahun, sementara ekspor otomotif Indonesia justru mencatatkan kinerja gemilang dengan lebih dari 518.000 unit ke 93 negara.
Gaikindo berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali kebijakan ini untuk mengoptimalkan produksi dalam negeri. Langkah ini dinilai tidak hanya memperkuat industri nasional, tetapi juga menjaga stabilitas ketenagakerjaan dan keberlanjutan seluruh ekosistem otomotif Indonesia.
Artikel Terkait
Gaikindo Geger! 105.000 Mobil India Akan Masuk, Padahal Kapasitas Pabrik Lokal Mampu?
Gaikindo Bongkar Rencana Impor 105.000 Mobil India: Kapasitas Lokal Mencukupi, Lalu Mengapa?
Gaikindo Bongkar Rencana Impor 105.000 Mobil India: Ancam Industri Nasional?
Gaikindo Bongkar Rencana Impor 105.000 Mobil India: Kapasitas Dalam Negeri Terancam?