Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika, menegaskan industri nasional sebenarnya siap berkontribusi. "Anggota Gaikindo dan industri pendukungnya, termasuk industri komponen otomotif (GIAMM), mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, diperlukan waktu yang memadai agar jumlah dan kriterianya dapat dipenuhi," ujarnya.
Dia menambahkan bahwa pemanfaatan kapasitas dalam negeri dapat menghindari potensi pengurangan tenaga kerja akibat penurunan permintaan pasar dalam negeri belakangan ini.
Detail Rencana Impor Kendaraan dari India
Proyek kontroversial ini melibatkan dua produsen India dengan rincian sebagai berikut:
- Mahindra & Mahindra Ltd: Akan memasok 35.000 unit Scorpio Pick Up dari pabrik di Nashik, India.
- Tata Motors: Melalui PT Tata Motors Distribusi Indonesia akan mengirimkan 70.000 unit, terdiri dari 35.000 unit Yodha pick-up dan 35.000 unit truk ringan Ultra T.7.
Dampak terhadap Industri Otomotif Nasional
Rencana impor besar-besaran ini menjadi perhatian serius di tengah penjualan domestik yang masih di bawah 1 juta unit per tahun, meski ekspor mencatatkan lebih dari 518.000 unit ke 93 negara.
Gaikindo berharap kebijakan pemerintah dapat mempertimbangkan optimalisasi produksi dalam negeri. Langkah ini dinilai krusial bukan hanya untuk memperkuat industri nasional, tetapi juga menjaga stabilitas tenaga kerja dan keberlanjutan ekosistem otomotif Indonesia secara menyeluruh.
Artikel Terkait
Libur Paksa Angkot & Gojek Saat Lebaran: Bantuan atau Bencana Bagi Pekerja?
Impor 105.000 Mobil India vs Industri Lokal: Benarkah Kapasitas Produksi Kita Mencukupi?
Gaikindo Buka Suara: 105.000 Mobil India Akan Impor, Padahal Pabrik Lokal Nganggur?
Gaikindo Bongkar Rencana Impor 105.000 Mobil India: Kapasitas Dalam Negeri Mampu, Lalu Kenapa?