Kebijakan Libur Angkot & Gojek Saat Lebaran: Solusi atau Masalah Baru?
Oleh: Tony Rosyid
Fenomena macet Lebaran sudah menjadi pemandangan umum di berbagai wilayah Indonesia, terutama di tujuan mudik. Sebaliknya, kota-kota besar justru terasa sepi. Bagi yang tidak mudik, suasana ini seringkali menimbulkan rasa sepi atau nelongso.
Tradisi mudik Lebaran bukan sekadar pulang kampung. Momen ini adalah penggerak ekonomi penting di daerah. Uang yang dibawa perantau memutar roda ekonomi lokal: warung ramai, jasa ojek laris, dan angkutan penuh. Bagi pekerja jasa seperti sopir angkot dan driver gojek, Lebaran adalah masa panen raya dengan penghasilan yang bisa mencukupi kebutuhan beberapa bulan ke depan.
Kebijakan Kontroversial: Libur Paksa dengan Kompensasi
Di tengah momen penting ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengeluarkan kebijakan mengejutkan: meliburkan operasi angkot, gojek, dan becak selama dua minggu. Sebagai kompensasi, para pekerja akan mendapat bantuan uang. Sekilas, kebijakan ini terlihat mulia. Namun, ada beberapa poin kritis yang perlu dikaji ulang.
1. Stigma Negatif terhadap Pekerja Kecil
Larangan kerja ini secara tidak langsung menempatkan sopir angkot dan driver gojek sebagai sumber masalah kemacetan. Padahal, mereka bekerja sah dan justru sangat dibutuhkan masyarakat, termasuk yang tidak mudik. Pertanyaannya, apakah masyarakat Jawa Barat benar-benar tidak membutuhkan jasa mereka selama Lebaran?
2. Kompensasi vs Pendapatan Sesungguhnya
Apakah nilai kompensasi yang diberikan setara dengan pendapatan yang mereka bisa raih selama periode Lebaran? Perhitungannya harus jelas, mengingat penghasilan saat Lebaran bisa berkali lipat dari hari biasa.
Artikel Terkait
Impor 105.000 Mobil India vs Industri Lokal: Benarkah Kapasitas Produksi Kita Mencukupi?
Gaikindo Buka Suara: 105.000 Mobil India Akan Impor, Padahal Pabrik Lokal Nganggur?
Gaikindo Bongkar Rencana Impor 105.000 Mobil India: Kapasitas Dalam Negeri Mampu, Lalu Kenapa?
Impor 105.000 Mobil India Ditolak! Gaikindo Bongkar Fakta Kapasitas Pabrik Dalam Negeri yang Mencukupi