BANDUNG, polhukam.id - Mungkin setara dengan kehebohan klakson telolet di angkutan bis adalah fenomena lokomotif kobong di kalangan pecinta kereta api.
Banyak yang demen apalagi di zaman sosmed saat ini.
Cerobong loko ngebul, asap hitam mumbul-mumbul, ditambah percikan api yang kadang menyambar (disebut dalam dunia perkeretaapian dan pecinta KA: kobong), klop sudah sebagai adegan yang mantul.
Belum lagi gelegar suara mesin yang terkesan seperti menanjak, penuh gejolak, menggelegak dalam tempo cepat bikin suasana tambah enak.
Benar-benar padu padan yang bikin semarak, bikin perasaan senang menyeruak.
Bagi railfans, yang tak jarang nongkrong di pinggir trek atau spot-spot tertentu, loko kobong bisa jadi merupakan sebuah pencapaian.
Baca Juga: Rincian Paling Baru, Harga Emas Pegadaian Selasa 26 Desember 2023: Antam Stagnan, UBS-Retro?
Artikel Terkait
Defisit APBN Maret 2026 Tembus Rp240 Triliun! Ini Penyebab Utama Kenaikan 130%
Ahmad Dhani Bongkar Bukti ABC Perselingkuhan Maia Estianty dengan Bos TV: Saya yang Ceraikan Dia!
Prajurit TNI AL Baru Dilantik Tewas di Kapal Perang, Keluarga Temukan Luka Lebam dan Darah di Selangkangan
Rupiah Anjlok ke Rp17.420! Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah, Apa yang Terjadi?