Jumlah pengunjung Candi Borobudur yang berusia lebih dari seribu tahun memang perlu diperhatikan. Lebaran tahun ini kunjungan wisatawan mencapai 31.089 orang, hampir separuh kapasitas Stadio Utama Gelora Bung Karno (GBK).
Oleh karena itu, Margana menyarankan prinsip yang harus dipegang bagi pengelola dan pengunjung adalah selalu paham bahwa Candi Borobudur merupakan bangunan suci, tempat beribadah umat Buddha. Ini berarti aturan mengunjungi tempat suci harus ditegakkan dan dihormati.
"Ada baiknya pengelola menyediakan disposal shoes yang layak bagi mereka yang akan menaiki area candi. Selain menjaga kesucian, juga untuk melindungi batu candi yang sudah berumur dari korosi akibat sepatu-sepatu pengunjung," kata dia menyarankan.
Sebelumnya, pemerintah akan menaikkan harga tiket masuk Candi Borobudur. Satu tiket masuk untuk wisatawan lokal dibanderol Rp750 ribu per orang, sementara turis mancanegara dikenakan 100 dolar AS per orang, dan anak sekolah yang mendapatkan kuota 25 persen setiap hari hanya membayar Rp5.000.
Kenaikan tarif bertujuan untuk membatasi jumlah pengunjung sehingga dalam satu hari nantinya jumlah pengunjung Candi Borobudur hanya 1.200 orang. Pembatasan tersebut disebut sebagai upaya konservasi Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia karena telah terjadi penurunan dan keausan batu candi.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Surat Bunuh Diri Anak SD di NTT: Ini Bukti Nyata Kegagalan Negara Lindungi Masa Depan Anak?
Ancaman Militer AS ke Iran: Strategi Usang yang Picu Perang atau Akhir Hegemoni?
Izin SMA Siger Bandar Lampung Ditolak: Nasib Siswa dan Alasan Lengkap di Balik Penolakan Disdikbud
Prabowo Ungkap Alasan Indonesia Masuk Board of Peace: Dapat Dukungan Penuh 16 Ormas Islam, Apa Saja Syaratnya?