Menurutnya, kehadiran ketiganya membentuk koalisi membuat pengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ketar-ketir.
"Ini menimbulkan kegalauan bagi pengusung Anies," ujar Zaki dilansir dari GenPI.co, Sabtu (14/5).
Zaki menjelaskan, PPP dan PAN sebelumnya digadang-gadang ikut koalisi politik pendukung Anies.
Sayangnya, hal itu meleset dari dugaan. PAN dan PPP justru berkoalisi dengan Partai Golkar besutan Airlangga Hartanto.
Oleh karena itu, setelah minggirnya PAN dan PPP, tersisa hanga Partai Nasdem dan PKS.
Artikel Terkait
Roy Suryo Bocorkan 3 Ciri Ijazah Asli UGM: Ini Alasan Ia Yakin 99,9% Dokumen Jokowi Palsu
Partai Prima Tantang Nasdem: Berani Naikkan PT ke 10 Persen, Kalau Sungguh-Sungguh!
Jokowi Dukung Revisi UU KPK 2024: Pengakuan Dosa atau Drama Politik 2029?
Usulan PT 7%: Ancaman Nyata bagi Kedaulatan Rakyat atau Cuma Rekayasa Politik?