Namun, akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta itu menilai mereka belum kuat.
Karena suara mereka belum mencukupi untuk mengajukan pasangan capres.
"Jadi, mau nggak mau, partai lain kecuali PDIP-Gerindra, harus melakukan negosiasi dengan poros 3 parpol itu," jelasnya.
Menurutnya, jika Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto sebagai capresnya, nama Anies hanya mungkin sebagai cawapres saja. (*)
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Roy Suryo Bocorkan 3 Ciri Ijazah Asli UGM: Ini Alasan Ia Yakin 99,9% Dokumen Jokowi Palsu
Partai Prima Tantang Nasdem: Berani Naikkan PT ke 10 Persen, Kalau Sungguh-Sungguh!
Jokowi Dukung Revisi UU KPK 2024: Pengakuan Dosa atau Drama Politik 2029?
Usulan PT 7%: Ancaman Nyata bagi Kedaulatan Rakyat atau Cuma Rekayasa Politik?