Kemudian sebanyak 29,4 persen responden menyatakan tetap akan memilih capres yang diusung oleh PDIP yakni Ganjar Pranowo.
Sementara sebanyak 6,8 persen menyatakan dukungannya kepada Anies Baswedan dan 17,6 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.
Apna juga menjabarkan dinamika arah dukungan basis massa Jokowi.
Pada Februari 2023, basis massa Jokowi yang memilih Prabowo Subianto 38,9 persen, Ganjar Pranowo 38,9 persen dan Anies Baswedan 11,4 persen. Tidak tahu/tidak jawab 10,1 persen.
Pada Mei 2023, basis massa Jokowi yang memilih Prabowo Subianto sebesar 43,5 persen, Ganjar Pranowo 34,2 persen, Anies Baswedan 10,6 persen. Tidak tahu/tidak jawab 11,7 persen.
Pada Agustus 2023, basis massa Jokowi yang memilih Prabowo Subianto 46,2 persen, Ganjar Pranowo 29,4 persen, dan Anies Baswedan 6,8 persen. Tidak tahu/tidak jawab 17,6 persen.
"Dari grafik ini dapat ditarik kesimpulan bahwa dinamika dukungan basis massa Jokowi terhadap capres tiga besar memperlihatkan tren yang berbeda-beda. Untuk Prabowo Subianto arah dukungan dari basis massa Jokowi cenderung meningkat," pungkas Apna.
Survei Polstat ini dilakukan periode 28 Juli hingga 4 Agustus 2023 di 34 Provinsi Indonesia.
Populasi survei ini adalah seluruh WNI berusia di atas 17 tahun serta memiliki KTP.
Jumlah sampel yang diambil 1.200 responden melalui teknis pengambilan sampel secara acak bertahap (multistage random sampling).
Margin of error - 2,8 persen pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan tenaga terlatih. (*)
Sumber: wow
Artikel Terkait
Roy Suryo Bocorkan 3 Ciri Ijazah Asli UGM: Ini Alasan Ia Yakin 99,9% Dokumen Jokowi Palsu
Partai Prima Tantang Nasdem: Berani Naikkan PT ke 10 Persen, Kalau Sungguh-Sungguh!
Jokowi Dukung Revisi UU KPK 2024: Pengakuan Dosa atau Drama Politik 2029?
Usulan PT 7%: Ancaman Nyata bagi Kedaulatan Rakyat atau Cuma Rekayasa Politik?