Gencatan Senjata AS-Iran Hancur dalam Hitungan Jam: Israel Serang Lebanon & Iran Blokade Selat Hormuz

- Kamis, 09 April 2026 | 07:50 WIB
Gencatan Senjata AS-Iran Hancur dalam Hitungan Jam: Israel Serang Lebanon & Iran Blokade Selat Hormuz

Menanggapi serangan Israel, Iran mengambil langkah eskala dengan menghentikan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz – jalur vital bagi 20% pasokan minyak dunia – dan mengancam mengenakan biaya transit hingga $2 juta per kapal.

AS membalas dengan peringatan keras. Wakil Presiden JD Vance menegaskan bahwa jika Iran tidak membuka kembali selat, AS tidak akan lagi mematuhi gencatan senjata. "Jika mereka tidak memenuhi bagian mereka, akan ada konsekuensi serius," ujarnya.

Eskalasi Militer dan Ultimatum IRGC

Eskalasi terus meluas dengan laporan serangan balasan:

  • Serangan terhadap fasilitas minyak di Pulau Lavan, Iran.
  • Kuwait mencegat 28 drone, sementara Arab Saudi menjatuhkan 9 drone yang diduga berasal dari Iran.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga mengumumkan sedang menyiapkan balasan yang "akan membuat menyesal" terhadap Israel dan memperingatkan AS.

Pertemuan Islamabad: Jalan Terakhir Menyelamatkan Perdamaian?

Nasib perdamaian kini bergantung pada pembicaraan tingkat tinggi yang dijadwalkan di Islamabad, Pakistan, pada 10 April 2026. Namun, prospeknya suram. Iran mengancam boikot pertemuan jika serangan di Lebanon tidak berhenti dan kendali atas Selat Hormuz tidak diakui. Sementara AS bersikeras kedua isu tersebut bukan bagian dari kesepakatan inti.

Dengan moncong senjata masih panas dan blokade di jalur minyak vital, dunia menyaksikan ketegangan antara peluang damai yang rapuh dan ancaman kembalinya konflik terbuka yang lebih luas.

Halaman:

Komentar