Presiden Jokowi mengatakan, perang di Ukraina telah berdampak pada ekonomi dunia termasuk kenaikan harga pangan, energi, dan inflasi.
"Perang di Ukraina menciptakan tragedi kemanusiaan yang luar biasa dan berdampak terhadap ekonomi global," kata Presiden Jokowi seperti dikutip dari keterangan resmi Biro Pers Sekretariat Presiden.
Jokowi mengatakan jika hukum internasional tidak dihormati, multilateralisme ditinggalkan, dan unilateralisme dikedepankan, apa yang terjadi di Ukraina dapat terjadi di wilayah lain, termasuk di Indo-Pasifik. Pada kesempatan yang sama, Presiden Jokowi mengajak AS untuk menjadi bagian dari upaya menciptakan perdamaian, stabilitas, dan kerjasama inklusif yang saling menguntungkan di Indo-Pasifik.
"Sejak 2019, ASEAN telah menyepakati ASEAN Outlook on the Indo-Pacific, memastikan keberlangsungan perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik. Saya mengajak AS untuk terus menjadi bagian dari jangkar perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik," ujar Presiden Jokowi.
Menurut Presiden Jokowi, ASEAN selama lebih dari 5 dekade menikmati perdamaian dan stabilitas. Dikatakan, negara ASEAN juga bekerja keras membangun arsitektur kawasan yang mengedepankan kerja sama.
Artikel Terkait
F-35 AS di Yordania: Sinyal Perang atau Sekadar Gertakan untuk Iran?
Rahasia Mengejutkan: Mengapa Negara Arab Justru Takut Jika Iran Diserang Israel?
Wasiat Rahasia Khamenei Terbongkar: Inilah Sosok yang Akan Gantikan Dia Jika Perang dengan AS Pecah
Dubes AS Mike Huckabee Klaim Israel Berhak Kuasai Timur Tengah: Ini Fakta Kontroversialnya