4 Alasan Tersembunyi Jokowi Desak Prabowo-Gibran 2 Periode: Strategi Cerdas atau Ambisi Terselubung?

- Jumat, 13 Februari 2026 | 07:25 WIB
4 Alasan Tersembunyi Jokowi Desak Prabowo-Gibran 2 Periode: Strategi Cerdas atau Ambisi Terselubung?

3. Menyiapkan Posisi sebagai Pihak yang Dizalimi

Strategi ketiga berhubungan dengan antisipasi masa depan. Jika nantinya Prabowo memilih untuk tidak lagi menggandeng Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres di periode kedua, maka Jokowi dengan mudah dapat memposisikan diri sebagai pihak yang dikhianati atau dizalimi. Posisi moral ini dapat dimanfaatkan untuk keuntungan politik, baik untuk mendukung Gibran maupun partai pendukung seperti PSI.

4. Opsi Tampil Legawa dan Berjiwa Besar

Faktor keempat adalah opsi untuk tampil sebagai figur yang legawa. Seandainya Prabowo tidak memilih Gibran dan Jokowi memutuskan untuk tidak melawan, maka narasi yang bisa dibangun adalah sikap berbesar hati dan mengutamakan kebersamaan untuk masa depan bangsa. Analis politik Hasan Nasbi menyebut Jokowi sebagai penganut prinsip Sun Tzu sejati: hanya masuk pertempuran jika peluang menangnya besar, bahkan kondisi fifty-fifty pun akan dihindari.

Kesimpulan: Semua Skenario Menguntungkan Jokowi

Keempat faktor tersebut menunjukkan bahwa langkah Jokowi mendorong pasangan Prabowo-Gibran untuk dua periode sejak dini dirancang untuk mengamankan posisi dan pengaruhnya di masa depan. Baik jika Gibran tetap dipilih, maupun jika tidak, Jokowi telah menyiapkan narasi dan posisi politik yang menguntungkan. Kritik dari lawan politik menyoroti keinginan Jokowi yang dinilai tak kenal cukup sebelum Gibran benar-benar menjadi presiden, sementara pendukungnya melihat ini sebagai bentuk konsistensi dukungan. Pada akhirnya, langkah ini memperlihatkan perhitungan politik yang matang dari Jokowi untuk memastikan relevansinya terus berlanjut.

Halaman:

Komentar