Ditolak Kader Gerindra! Ini 3 Alasan Nyata Budi Arie Setiadi Dinilai Membawa Mudharat

- Minggu, 16 November 2025 | 14:50 WIB
Ditolak Kader Gerindra! Ini 3 Alasan Nyata Budi Arie Setiadi Dinilai Membawa Mudharat

Keberadaan Budi Arie di Partai Gerindra dinilai dapat membawa dampak buruk. Publik dinilai masih menyoroti kasus yang melekat padanya, termasuk isu judi online yang pernah dibahas oleh Prof. Mahfud MD.

"Kalau dia masuk Gerindra, jelas bisa berdampak sangat tidak baik, apalagi partai itu sedang berkuasa saat ini," tukas Habib Syakur.

Ia menguatkan argumennya dengan belajar dari kasus Immanuel Ebenezer yang bergabung ke Gerindra dan kemudian terlibat korupsi. "Yang kena getah jelas Gerindra. Artinya ini sangat logis mengapa kader Gerindra menolak Budi Arie," tegasnya. "Keberadaan Budi Arie nanti di Gerindra akan lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya."

Penolakan Tegas dari Kader Gerindra di Tingkat Daerah

Ketua DPC Partai Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno, secara tegas menyatakan penolakannya. "Solo sendiri juga sama (menolak), tidak begitu bisa menerima, Budi Arie Projo masuk Gerindra," ujarnya.

Ia beralasan Gerindra sudah memiliki kader militan yang melebihi Projo. Masuknya Budi Arie justru dikhawatirkan dapat merusak tatanan partai karena memiliki pemikiran yang berbeda dengan AD/ART Gerindra.

"Budi kalau masuk bisa merusak tatanan partai... dia masuknya seolah-olah dia sudah punya power tinggi bisa merusak. Saya tidak setuju sekali," pungkas Ardianto, yang berjanji akan menyampaikan penolakan ini ke tingkat DPP Gerindra.

Rencana Budi Arie Mencari Suaka Politik

Rencana Budi Arie Setiadi untuk bergabung dengan Partai Gerindra sempat diutarakan dalam forum internal Munas ke-III Projo. Dalam sambutannya, Budi Arie meminta izin jika suatu saat ia berpartai, dan menyinggung bahwa dirinya "diminta oleh Presiden langsung di sebuah forum".

Setelah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan, Budi Arie mengajak kader ProJo untuk memperkuat program-program pemerintahan dan agenda politik Prabowo dengan memperkuat partai politik pimpinannya.

Halaman:

Komentar